Pembuatan Media Penyuluhan Perikanan

Oleh ANGGI SOESALIT, S. St. Pi 25 Jul 2019, 14:04:50 WIB Metodologi Penyuluhan
Pembuatan Media Penyuluhan Perikanan

Leaflet, Folder, Brosur dan Bulletin dapat digunakan untuk membuat media informasi penyuluhan perikanan secara tercetak. Pendampingan teknologi tidak cukup hanya dilakukan penyuluh perikanan melalui kunjungan, pertemuan kelompok pembudidaya dengan penyampaian materi secara lisan, tetapi juga diperlukan adanya dukungan materi teknologi tercetak yang akan berguna sebagai dokumentasi bagi pembudidaya / pelaku utama perikanan. Beberapa unsur kegiatan yang dapat dilakukan oleh penyuluh perikanan dalam menyampaikan materi informasi perikanan meliputi pembuatan materi informasi perikanan yang dikemas dalam bentuk media informasi penyuluhan perikanan berupa leaflet/liptan, folder, peta singkap, poster kartu kilat dan brosur serta tuntutan kemampuan penyuluh perikanan untuk menulis karya tulis ilmiah melalu media massa.  Penyampaian informasi penyuluhan perikanan yang dikemas dalam media cetak majalah, bulletin dan surat kabar informasi yang dikabarkan harus dikemas dalam bentuk tulisan feature pengetahuan atau feature perjalanan yang merupakan bentuk tulisan penyuluhan perikanan dan biasa dikenal sebagai penulisan ilmiah popular. Dengan penyuluhan perikanan mau dan mampu membuat materi informasi perikanan yang dikemas dalam bentuk media informasi penyuluhan perikanan secara mandiri artinya penyuluh perikanan ikut membantu memecahkan permasalahan kurangnya dukungan media informasi perikanan secara tercetak, beberapa acuan atau pengertian dibawah ini dapat dijadikan pedoman pembuatan media informasi penyuluhan perikanan secara tercetak : 
 
(1) LEAFLET / LIPTAN adalah jenis salah satu media informasi penyuluhan perikanan dalam bentuk lembaran informasi perikanan yang disajikan dalam selembar kertas berisikan uraian materi informasi perikanan, penampilan lembar leaflet/liptan tanpa ada pelipatan kertas. Pada bagian muka lembar leaflet berisikan judul tulisan dan uraian tulisan pembuka materi informasi yang akan disampaiakan dan pada bagian lembar belakang leaflet berisikan muatan isi materi lanjutan dari lembar depan leaflet. Isi materi informasi perikanan yang disampaikan melalui leaflet/liptan harus singkat jelas dan padat berupa pokok – pokok uraian yang penting saja dengan menggunakan kalimat yang sederhana. Untuk menarik minat sasaran pembaca leaflet/liptan sangat dianjurkan pembuatannya dilengkapi dengan pemberian gambar sederhana dan terfokus yang akan memperjelas materi tulisan. Leaflet/liptan dapat disampaikan kepada pembudidaya / pelaku utama perikanan saat kegiatan penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, dan sebagainya. 


(2) FOLDER adalah media informasi penyuluh perikanan yang disajikan secara lembaran informasi perikanan dengan bentuk lembaran kertas yang dilipat – lipat secara teratur mulai dari dua lipatan kertas sampai pada belasan lipatan kertas tergantung dari lebar kertas yang digunakan. Umumnya folder yang digunakan untuk penyuluhan perikanan terdiri dari 3 lipatan kertas, dengan penyajian uraian materi yang berkesinambungan dari masing – masing lipatan kertas. Materi informasi perikanan yang disampaikan melalui folder harus berupa tulisan yang berisikan uraian singkat sistematis tentang suatu masalah, penulisan folder pada prinsipnya tidak berbeda dengan penulisan leaflet/liptan yang agak berbeda adalah cara penyajian pokok-pokok pembahasan yang pada folder disajikan lebih mendetail dan sistematis dibandingkan leaflet/ liptan dengan penyajian disesuaikan dengan kebutuhan. Penyajian ilustrasi gambar pada folder sangat dianjurkan dengan gambar yang sederhana dan di berikan warna. Penyampaian folder kepada sasaran dapat dilakukan pada saat kegiatan penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, dan dapat juga digunakan sebagai bahan diskusi kelompok pada saat kegiatan pertemuan kelompok. 
 
(3) BROSUR adalah salah satu media informasi penyuluhan perikanan yang disampaikan dalam bentuk kemasan buku tipis dengan jumlah lembaran maximal 60 halaman, berisikan uraian singkat padat dan merupakan pedoman praktis  yang dapat menjadi acuan petunjuk untuk melaksanakan suatu kegiatan. Tulisan pada brosur harus sistematis dan berisikan uraian yang tuntas, jelas, singkat dan padat. Penyajian brosur yang menarik harus dilengkapi dengan foto dan gambar. Brosur selain dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi pembaca brosur juga dapat digunakan sebagai sumber bacaan pada kegiatan penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, dan pertemuan kelompok perikanan. 
 
 (4) GAMBAR LIPAT adalah gambar berangkai dari suatu bahasan materi pembelajaran, yang setiap gambarnya ditempel pada karton yang berukuran lebih kurang 25 x 25 cm dan dirangkaikan satu sama lain sehingga membentuk satu seri gambar lipat untuk diproyeksikan dengan opaque projector. Jumlah gambar tergantung dari keperluan visual yang dibutuhkan untuk satu bahasan materi pembelajaran. Gambar yang digunakan dapat berasal dari pemotretan (foto), menggunting dari majalah, surat kabar, digambar, ditulis secara langsung. 
 
(5) PETA SINGKAP (FLIP CHART) adalah lembaran-lembaran kertas berisi gambar atau tulisan yang disusun secara berurutan, bagian atasnya disatukan sehingga mudah disingkap. Tujuan : Menjelaskan suatu proses atau rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan bidang perikanan secara sistematis. Sasaran : Sekelompok pembudidaya, pengolah, nelayan (pelaku utama perikanan) 
Keunggulan: Dapat menjelaskan kepada sasaran tanpa membelakangi, bisa membangun cerita melalui gambar, bisa menampilkan proses/kegiatan secara terpisah-pisah, mudah digunakan tanpa bantuan peralatan lain. Kelemahan: Efektifitas penyajian tergantung dari kemampuan penyaji berimprovisasi penjelasan-penjelasan yang ada dibelakang gambar, biaya relatif mahal dibanding media cetak lainnya seperti folder, leaflet, tidak dapat diguakan untuk belajar mandiri. 
 
(6)  POSTER Lembaran kertas yang berisi pesan penyuluhan dalam bentuk gambar dan tulisan. Tujuan : untuk menyampaikan informasi tentang sesuatu hal yang berkaitan dengan perikanan, agar tumbuh perhatian dan minat pada sasaran. Sasaran : Para pelaku utama perikanan. Keunggulan : Citra visualnya mampu menyampaikan pesan secara cepat dan langsung, mampu menjangkau sasaran lebih banyak, dapat ditempel di tempat yang strategis dimana saja, mudah dan cepat dimengerti. Kelemahan : Untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam, memerlukan media lain, tidak dapat menjamin tumbuhnya satu pengertian yang sama diantara sasaran, mudah rusak, robek, dan hilang. Materi : Berisi satu pesan, berupa pemberitahuan, ajakan, peringatan. Isi pesan : Gambar lebih besar daripada tulisan, gambar terlihat jelas dari jarak 5 meter, menggunakan susunan kata yang menarik dan sederhana agar mudah dimengerti, pesan utama tidak lebih dari 7 kata. Penggunaan : Ditempelkan pada tempat strategi yang mudah dilihat dan dilalui sasaran. 

 

Disusun oleh: Andri Wahyudi, S.St.Pi. dan Iir Gunari, S.St.Pi. Dismapaikan pada Bimbingan Teknis Pembuatan Media Penyuluhan Perikanan dalam rangka FINAL GEMPITA Di Gedung RRI Jakarta, 19 Desember 2013 




Tulis Komentar Facebook

Tuliskan komentar anda dari akun Facebook

Lihat semua komentar

Tulis sebuah komentar

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jajak Pendapat

Materi bidang apa yang menurut anda masih kurang?
  Budidaya Perikanan
  Penangkapan Ikan
  Pengolahan Hasil Perikanan
  Metodologi Penyuluhan
  Legislasi
  Konservasi Perairan
  Pengawasan SDKP
  Lainnya

Komentar Terakhir

  • Wawan riswandi

    Semoga bermanfaat baik dari nara sumber maupun pelaku ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video